Kekuatan Asma Al Husna
Salam semua,
Agak lama rasanya saya tidak membuat post baru disini. Selain fokus kepada kerja hakiki, saya jugak sebenarnya sedang‘Brainstorming’ dengan beberapa rakan mengenai projek khas online. Bila tiba masanya saya akan umumkan kepada anda semua kerana tak ramai lagi rakyat Malaysia buat benda ni secara online.
Apa yang saya ingin kongsikan kali ini ialah tentang kekuatan Asma Al Husna. Post kali ini saya ada sertakan audio Asma Al Husna. Saya dapat audio ini ketika saya menjalani Kursus ESQ di Melaka. Apa yang menarik ialah apabila saya mendengar berulang kali hati saya terasa SEBAK, MEREMANG BULU ROMA dan terasa diri ini terlalu KERDIL disisi ALLAH SWT sekaligus meningkatkan lagi rasa cinta saya kepada ALLAH swt. Asma Al Husna bukannya untuk didengar sahaja tetapi untuk dihayati sedalam-dalamnya. Insya Allah anda akan rasa ketenangannya. Begitulah berkuasanya ALLAH swt.
Namun begitu ‘RASA’ saya tidak semestinya sama dengan ‘RASA’ anda semua. Ia bergantung kepada ‘TAHAP’ masing-masing. Iman kita sebenarnya berada didalam QALBI(Jantung). QALBI pula dikelilingi dengan kalimah Laillahaillah. Mengikut Imam Al-Ghazali Iman terbahagi kepada 3 iaitu Pertama: Iman yang sentiasa berada di dalam kalimah; Kedua; Iman yang sekejap ia keluar sekejap pula ia masuk ke dalam kalimah dan Ketiga: Iman yang sentiasa berada di luar kalimah. Maksud berada diluar kalimah ialah orang yang tidak beriman. Fikir-fikirkanlah. Walaubagaimanapun hanya Allah swt sahaja yang tahu tahap keimanan seseorang lagipun ia rahsia (sirr) Allah swt.
Dalam Islam kita disarankan supaya kita sentiasa berubah menjadi lebih baik dari semalam. Jangan kita hanya cuba SEKALI tetapi CUBALAH BERKALI-KALI. Begitu juga dengan audio ini. DENGARKANLAH AUDIO INI BERKALI-KALI. INSYA ALLAH.
Akhir kata saya ingin mengucapkan Selamat Menyambut Maal Hijrah & Selamat Tahun Baru 2009. Semoga kita semua sentiasa dirahmati Allah swt. Amin.
Saiful Anuar
Permulaan Yang Baru Di Tahun 1430 Hijrah.
Salam,
Kini kita telah memasuki tahun 1430 Hijrah. Amat pantas hari berlalu dan adakah kita jadi lebih baik dari sebelumnya atau sebaliknya. Umur tidak akan menunggu kita. Oleh itu kita perlu berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Banyak perkara di dunia ini yang perlu kita belajar dan ambil pengajaran. Setiap insan itu akan melalui perjalanan masing-masing dengan pelbagai cabaran, ujian dan pengalaman. Perjalanan si A tidak sama dengan perjalanan si B. Juga perjalanan si C tidak sama dengan perjalanan si A dan si B.
Susah untuk si A tidak sama dengan susah si B kerana berada dalam tahap pengalaman yang berbeza. Apa yang saya ingin kongsikan ialah perihal diri yang melalui perjalanan ini.
1) Diri ini berasal dari yang Ghaib - sifat asalnya ghaib, sifat asalnya hidup, sifat asalnya tiada batas
2) Di berikan kelongsong badan Zahir - ia ibarat pakaian atau kereta - ada yang cantik, ada yang tinggi, ada yang kaya, ada yang cerdik dan macam2 lagi.
3) Penyatuan Zahir dan Ghaib ini di namakan manusia.
4) Manusia ini di lahirkan ke dunia untuk di uji - di mana ujian itu telah di beri jawapan terlebih dahulu dengan adanya pesuruh-pesuruh Allah s.w.t yang memberi pelajaran dan penyampaian.
5) Di ajarkan ia Rukun Iman (Ghaib) dan Rukun Islam (Zahir)
6) Di berikannya Al Quran dan Hadis sebagai panduan kehidupan.
Itulah nikmat yang Allah berikan kepada kita semua. Kita dapat merasai nikmat Zahir dan nikmat Ghaib. Oleh itu kita perlu sentiasa bersyukur kepada Allah s.w.t.
Sepintas cara hidup kita:
Umumnya kita lebih kenal “Zahir” kita lebih dari “Ghaib” kita. Kita tahu nama kita. Kita tahu kita kerja apa. Kita tahu muka dan badan kita. Kita tahu rumah kita. Kita tahu isteri dan anak kita. Kita tahu keboleh kita. Kita tahu apa-apa yang nampak perihal kita. Kita tahu bapa dan ibu kita. Kita tahu kita lahir di mana. Kita tahu kita suka makan apa. Kita tahu kelemahan kita.
Adakah itu KITA? Kita ini adalah lebih dari yang “Zahir” . Kita juga ada yang “GHAIB”. Bila sebut yang “Ghaib” memang agak kurang tahu perihal kita yang “Ghaib” ini. Bila kita kurang tahu kita pun mula tidak ambil tahu dan mula tak nak tahu.
Sebenarnya kita yang “Ghaib” inilah yang paling penting. Tanpa yang “Ghaib” ini yang “Zahir” tidak bermakna. Apabila yang “Ghaib” meninggalkan yang “Zahir” - kelongsong badan dan dunia tidak bererti lagi.
Oleh itu kita mula-mulakan untuk mempelajari kita yang “Ghaib” dan meneroka kebesaran Allah di dalam diri yang “Ghaib” ini. Kekuatan yang sebenar adalah dari DALAM ke LUAR.Dalam yang kuat membuat yang Luar kuat.
Semoga Allah s.w.t memberikan petunjuk dan hidayah untuk kita jalani kehidupan ini.
Wassalam,
Zahiruddin.
Ilmu Pembersih Hati Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
November 21, 2008 by Zahiruddin
Filed under Amalan, Hikmah, Rahsia, Rezeki Halal, Tips, Ulama, Umum
Salam,
Di sini saya ingin kongsikan satu artikel yang menarik perihal hati dan menuntut ilmu. Semoga kita sama-sama amalkan perkara ini.
Zahiruddin
Ilmu Pembersih Hati
KH. Abdullah Gymnastiar
Ada sebait do’a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do’a tersebut berbunyi : Allaahummanfa’nii bimaa allamtanii wa’allimnii maa yanfa’uni wa zidnii ilman maa yanfa’unii. dengan do’a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat.
Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.
Oleh karena itu, dalam kacamata ma’rifat, gambaran ilmu yang bermamfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. “Ilmu yang berguna,” ungkapnya, “ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati.” seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, Imam Malik bin Anas r.a. berkata, “Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.”
Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, “Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS. Al Kahfi [18] : 109).
Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun!
Akan tetapi, walaupun hanya “setetes” ilmu Allah yang dititipkan kepada mnusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan mamfaat darinya.
Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam Syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. “Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?” Sang guru menjawab, “Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih.” Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta’lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.
Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat.
Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat.
Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi “tawas”-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.
Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma’rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.
Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma’rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.
Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum’ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?
Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.
Kekuatan Itu Menerima Hakikat Kebenaran!
Salam untuk warga Rezeki Halal,
Agak lama juga saya tidak menulis. Menulis pun sekali sekala. Untuk pengetahuan saya dalam pencarian diri saya yang sebenarnya. Saya mencari asal keturunan saya, saya mula belajar mendalami dan mengenali diri saya yang batin (iaitu diri yg didalam) dan saya juga mengenali diri yang zahir.
Saya merupakan seorang yang suka mencari kelainan dan meneroka benda yang baru. Saya juga suka menduga akal saya sendiri. Adakah ini HAKIKAT sebenarnya?
Memang kehidupan saya penuh pengalaman yang misteri dan unik. Bahkan jalan kehidupan saya tidak lah LURUS, memang penuh cubaan dan dugaan hingga sekarang ini. Di duga dari segi ekonomi, perasaan, emosi, dan perjalanan diri. Apakah yang saya CARI?
Kita datang tanpa apa-apa dan kita akan kembali kepadaNYA tanpa apa-apa juga. Jika kita datang kedunia tujuannya nak kumpul banyak harta dan pulang dengan banyak harta maka ITU bukan tujuan kita utama. Kita perlu jadi KAYA supaya KESEMPITAN tidak meruntuhkan pegangan kita. Kita perlu RASA Miskin supaya KAYA kita menguatkan INGATAN pada ALLAH.
Dalam perjalanan ini saya sering mencari HEBAT. Nak jadi HEBAT ini. Nak jadi HEBAT itu. Yang pada mana HAKIKATnya saya adalah manusia biasa sahaja. Saya memang TIDAK DAPAT MENERIMA hakikat ini. Jika kita HEBAT masih ada yang lebih hebat. Jika kita KAYA ada yang lebih kaya. Jika kita KUAT ada yang lebih kuat.
Yang saya tidak FAHAM yang HEBAT ialah yang BIASA. Yang KUAT itu yang BIASA. Yang KAYA itu yang BIASA. Jadilah orang yang BIASA-BIASA sahaja. Iaitu orang yang serdahana yang gantung harapnya pada yang MAHA ESA. Tidak mencaci, merendahkan dan mengutuk yang lain.
Saya pernah belajar salah satu ilmu TAI CHI. Gurunya itu mengajar. Jurus ilmu Tai Chi yang pertama (Asas) ialah jurus ilmu Tai Chi (Terakhir) yang terakhir. Bagi mereka yang mencari HEBAT, ramai yang terlepas pandang dan meremehkan yang ASAL tadi. Maka mereka sentiasa dalam pencarian tanpa mengetahui mereka telah pelajari yang akhir.
Begitu lah diri saya ini, mencari kehebatan di LUAR yang padahal yang sudah SEDIA ADA. Jaki dengan KEPUNYAAN orang lain dan lupa nak SYUKURI yang SEDIA ADA. Begitulah cerita bab perjalanan mengenal diri sendiri.
Saya kini belajar menerima hakikat bahawa saya ini manusia biasa. Kalau nak ke Amerika naik kapa terbang bukan guna ilmu “JUMPER”. Kalau bergaduh guna penumbuk bukan guna JURUS JARAK JAUH. Kalau di serang secara ramai lari dan minta bantuan bukan GHAIB melalui ILU Halimunan. Jadi yang BIASA yang BIASA itu BISA dan MERASA. Pulangkan yang HAQ dan yang HAQ itu pasti. Itulah HAKIKAT KEBENARAN.
Saya mohon kepada ALLAH untuk jadi manusia biasa, manusia yang tidak hebat mana, tidak mahu di kenali, manusia yang hatinya, bicaranya dan lakunya selaras, manusia yang ikhlas dan bercakap benar.
Pesan Nabi SAW - AMANAH, TABLIG, FATANAH dan SIDDIQ. Saya cuba amalkan yang itu dan semoga saya dapat menerapkan dalam kehidupan saya dan juga pada semua.
Zahiruddin
p/s: Dari Bandung, Indonesia.
Kunci Utama Rezeki - Diri, Keluarga Dan Masyarakat
October 28, 2008 by Zahiruddin
Filed under Bab Rezeki, Hakikat, Hikmah, Kunci Utama Rezeki, Tips, Umum
Salam kepada semua,
Saya sudah agak lama tidak membuat post di Rezeki Halal ini atas alasan sibuk dengan kerja dan diri sendiri. Rakan-rakan yang lain juga agak sibuk dengan urusan masing-masing. Hari ini saya ada peluang sedikit untuk berkongsi tips Kunci Utama Rezeki yang saya pelajari dari seorang sahabat saya.
Kunci Yang Pertama - DIRI - anda perlu bersikap adil kepada diri anda sendiri. Anda perlu sayangi diri anda sendiri. Jangan perlekehkan diri sendiri. Pastikan diri sendiri boleh berdiri jika tidak ia bukan dinamakan diri. Jika anda berkerja makan gaji pastikan setiap akhir bulan ada bahagian yang wajib anda bayar iaitu DIRI anda sendiri. Pastikan diri anda itu dibayar - paling kurang 10% dari pendapatan anda.Selepas bayar DIRI anda baru bayar hutang dan keperluan yang lain. Bukan bayar yang lain dulu dan yang baki anda punya. Biasanya bila dah bayar yang lain dah tiada baki untuk DIRI. Anggap dia macam Bank juga yang selalu anda bayar setiap bulan. Perlu hargai diri anda baru boleh hargai yang lain.
Kunci Yang Kedua - KELUARGA - Kita hidup ini berkeluarga - samada isteri dan anak atau ibu dan bapa. Kita perlu jaga amanah yang telah di beri pada kita ini. Untuk yang berumahtangga tanggung jawab anda ialah jaga keluarga anda dengan memberi nafkah dan masa. Pastikan keluarga anda rukun dan terurus. Keluarga yang rukun damai dan terurus menjemput REZEKI masuk dalam unit keluarga tersebut. Penuhi hasrat anak-anak anda yang inginkan sesuatu dari anda. Kalau tiada duit atau harta berikan lah MASA itulah sebaik-baiknya. Masa anda bersama andak anda dan isteri itu akan menambahkan RAHMAT Allah terhadap anda.
Kunci Yang Ketiga - MASYARAKAT - Bila unit DIRI dan unit KELUARGA dan tersusun rapi dan amak damai secara tak langsung MASYARAKAT akan jadi aman makmur dan kukuh perpaduan. Ekonomi juga berkembang biak secara tersusun. Setiap kita baiki DIRI dan KELUARGA kita sendiri maka secara ta langsung akan terbentuk masyrakat yang cantik dan kukuh.
Harap ini dapat membantu serba sedikit perihal Rezeki.
Zahiruddin
YANG MANA DULU RUKUN IMAN / RUKUN ISLAM?
October 9, 2008 by hamba
Filed under Amalan, Bab Rezeki, Doa, Hakikat, Maklumat, Tips, Umum, Uncategorized
Assalammualaikum!!!! dah lama saya tak menulis apa2 diruang ini…… sempena hari raya dan bulan syawal yang mulia ni. Saya mengucapkan Selamat Hari Raya maaf zahir dan batin…… Saya menulis ini hanya ingin berkongsi hak kita semua….ia nya bukan milik saya….atau milik sesiapa….tetapi untuk mereka yang merasakan bahawa mereka adalah seorang hamba…..bukan hamba pada dunia tetapi pada pencipta yang satu yang haq…..
Selalunya kita lupa dan kadang2 kita sedar siapa kita….kenapa kita dilahirkan…adakah kita dilahirkan untuk menjadi doktor,ulama,peniaga, jutawan atau apa2 pun keadaan kita sekarang…..”KENAPA AKU DILAHIRKAN”. Tapi sayangnya bukan ini yang hendak saya ceritakan….Apa yang hendak saya ceritakan adalah bab solat……Isteri saya dilahirkan dalam keluarga yang kuat berpegang kepada rukun islam…..yang selalu jadi topik hangat adalah “solat”…..
Inilah topik yang ingin saya tuliskan “SOLAT” Isteri saya selalu tegur dan menjadi marah tentang solat ni……..Saya tidak pernah mengatakan tidak perlu lakukan solat….tapi yang menjadi persoalannya bagaimana kita hendak melakukan solat sekiranya kita tidak faham dan tidak tahu apa yang kita buat……adakah kita lakukan solat kerana ia nya wajib/ kerana takut pada seseorang……atau sesuatu / kerana solat wajib…kita sama dengan burung kakak tua….cakap tapi tak atu apa yang dicakapkan…..
Seperti yang pernah saya tulis dahulu…..kita belajar agama terbalik…….yang dahulu kita kemudiankan,yang kemudian kita dahulukan…..cuba kita fikirkan agama islam adalah satu agama yang penuh dengan tertip dan halus tetapi kenapa di negara kita terlalu ramai orang islam yang terjerumus kelembah maksiat……kalau nak kata didikan agama tak cukup ada yang lepasan alazhar mesir pun hancur…..ada tahfiz pun hancur……saya bukan nak menunding kepada sesiapa…..ini berlaku kerana tiada ruh….. rukun islam adalah jasad (syariat) rukun iman adalah ruh…….
Ibu dan bapa paksa anak mereka solat……hantar anak mengaji hantar anak sekolah agama……tetapi kosong…..kerana mereka tak kenal yang maha esa. bila tanya kamu agama apa mereka jawap islam….siapa tuhan kamu Allah…. bukti kepercayaan kita pada Allah tiada…..”CUBA KITA DUDUK DIAM DAN TANYA APA BUKTI AKU YAKIN DAN PERCAYA PADA ALLAH”
Dalam rukun iman semuanya ghaib(tidak dapat dilihat dengan mata) kecuali al-quraan….Jadi apa bukti shahih yang mengatakan al-quraan yang kita baca adalah 100% datang dari Allah…..sedangkan mazhab dah terpecah 72…… masing2 mengatakan mazhab masing2 betul……sekarang bukan soal betul atau salah…..persoalannya yang mana yang sebenarnya 100% datang dari Allah kepada Muhammad s.a.w……bukan yang terbentuk dari idealogi dan pandangan imam atau seseorang…….
Bagaimana kita hendak meyakini Allah sedangkan kita tidak mengenali Allah “AWAL-AWAL MENGENAL AGAMA ADALAH MENGENAL ALLAH” Untuk mengenal allah seolah2 menjadi satu rahsia….hanya golongan tertentu yang dapat dan boleh belajar…..sedangkan Allah turunkan islam untuk semua bukan untuk seseorang atau kaum yang tertentu….
Apabila kita telah mengenal Allah maka rukun iman yang lain dan rukun islam menjadi senang……tak perlu kita belajar ilmu hukum yang terlalu banyak tak perlu kita belajar ilmu haram atau haram……kerana bagi orang yang mengenali allah maka mereka tidak akan terdorong untuk melalukan kejahatan dan perkara2 yang dibenci oleh Allah….
Bila kita sudah mengenal Allah maka kita faham kenapa kita soalat….kenapa ada rukuk,sujud tahyat dan sebagainya…..
Akhir kata renunglah kata2 ini :
“Janganlah kita melakukan sesuatu yang kita tidak mengetahuinya dan jangan lah kita meninggalkan sesuatu dengan alasan kita tidak mengetahuinya”
Moga2 Allah merahmati hidup kita……..”TIDAK ADA DAYA UPAYAKU MELAINKAN ALLAH DAN TIADA YANG BOLH MEMUDARATKAN AKU MELAINKAN ALLAH”
Batu Boleh Bercahaya - Kebesaran Allah
Salam,
Kali ini ingin kongsi sedikit mengenai batu yang boleh mengeluarkan cahaya. Batu ini sekali pandang macam batu permata dan batu geliga yang biasa sahaja. Akan tetapi bila ia terkena air atau di letakkan dalam air ia akan mengeluarkan cahaya seperti cahaya NEON. Pengalaman saya ialah saya kenal 2 orang yang mempunyai batu ini iaitu salah seorang guru saya dan satu lagi adik saya sendiri yang di hadiahkan oleh gurunya.
Batu ini memang keras macam batu dan secara logic akal agak susah mengeluarkan cahaya. Sebab cahaya yang di pancar ialah dari dalam. Mengikut cerita ia adalah batu dari alam ghaib tapi kebenarannya hanya Allah sahaja yang tahu.
Di sebalik batu itu sebenarnya ada lagi kebesaran iaitu diri kita sendiri. Ia adalah sebaik-baik kejadian. Dan kita perlu selidik dan kaji akan kelebihan itu. Sesungguhnya dijadikan Jin dan Manusia itu adalah untuk menghambakan diri kepada Allah semata-mata.
Zahiruddin
p/s: Jika berminat ingin melihat video batu bercahaya ini boleh hubungi saya atau saya akan cuba uploadkan di sini.
Amalkan Sikap Jangan Putus Asa - Sifat Mulia
Insan, janganlah berputus asa
Oleh: Ibnu Abdullah
Semua yang bergelar insan pastinya telah, pernah, dan akan berhadapan dengan pelbagai bentuk ujian, cabaran, masalah, kesulitan, atau kegagalan. Itulah hakikat insan yang hidupnya pasti berhadapan dengan pelbagai ujian dan cabaran. Bahkan Allah SWT sendiri menjelaskan hal ini melalui firmanNya dalam AlQuran:
“Maka apakah kamu mengira bahawa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
Dan dalam ayat yang lain Allah menerangkan: “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan sahaja mengatakan; Kami telah beriman sedang mereka tidak diuji lagi?”
Ujian yang dihadapi berbeza antara seorang insan dengan insan yang lain. Ada yang diuji dengan kegagalan dalam sesuatu perkara, ada yang diuji dengan penindasan dan masalah, ada yang diuji dengan kebaikan, kekayaan, kemiskinan dan bahkan ada juga yang diuji dengan kesalahan, dosa-dosa, dan sebagainya. Pendek kata, semua orang pernah dan akan diuji. Persoalan yang penting yang ingin disampaikan bukanlah sekadar untuk membezakan bentuk ujian tersebut namun apa yang lebih penting bagaimana kita menghadapi ujian dan cabaran tersebut.
Jadi apakah tindakan kita dalam berhadapan dengan ujian tersebut. Adakah kita perlu kecewa dan marah atau berputus asa apabila berhadapan dengan pelbagai bentuk ujian tersebut? Bukankah sepatutnya sebagai seorang Muslim kita sepatutnya menjadikan ujian tersebut sebagai batu loncatan yang mengubah kita menjadi seorang yang lebih baik dan mengubah keadaan tersebut menjadi lebih baik.
Bukankah Allah telah menyatakan: “Allah tidak akan sekali-kali mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum tersebut sendiri yang mengubahnya”
Inilah hebatnya orang Islam, kerana prinsip hidupnya yang jelas dan bermatlamat telah digariskan dengan jelas dalam Islam.Benarlah kata – kata Umar yang sangat terkenal akan hal ini.
“Kita adalah satu bangsa yang dimuliakan dengan Islam dan sekiranya kita mencari kemuliaan selainnya pastinya kemuliaan yang kita kecapi akan hilang”.
Pendek kata, janganlah kita berputus asa dalam berhadapan dengan ujian tersebut. Allah menyatakan dengan jelas dalam AlQuran bahawa sifat putus asa bukanlah sifat seorang Muslim. Seorang Muslim adalah seorang yang tidak mengenal erti putus asa dan sentiasa berusaha bersungguh-sungguh dalam apa jua perkara. Bukankah Allah swt telah menjelaskan hal ini dalam menceritakan kisah Nabi Yaakub dan anak-anaknya:
” Wahai anak-anakku! Pergilah dan intiplah khabar berita mengenai Yusof dan saudaranya, Dan janganlah kamu putus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari Rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir”.
Bahkan sehingga pelaku-pelaku dosa sekalipun tidak dibenarkan berputus asa sama sekali kerana sememangnya sifat ini adalah sifat yang terlarang bahkan keampunan Allah SWT itu sangat luas. Allah menjelaskan hal ini dalam sebuah ayat yang sugguh indah maknanya:
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya dialah jua yang Maha Pengampun; lagi Maha Mengasihani”.
Kalau dalam hal inipun dilarang berputus asa apatah lagi hal – hal yang lain. Tapi alangkah berbezanya realiti Muslim hari ini yang mudah sahaja berputus asa apabila gagal dalam sesuatu perkara atau mudah saja menyerah kalah apabila menghadapi cabaran yang sukar. Ikutilah teladan Rasulullah SAW dan sahabat – sahabat serta generasi Islam yang awal yang sentiasa bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam apa jua bidang sekalipun. Ayuh wahai pemuda untuk kita bangkit kembali dan pastikan kita sentiasa cekal dan jauhilah sikap berputus asa.
Penulis teringat kisah seorang pendaki gunung yang pernah mencatat masa yang terpantas yang mana telah menjadi Qadar Allah untuk pemuda tersebut mangalami kemalangan sehingga tidak memungkin lagi dia untuk mendaki. Namun alangkah positifnya pemuda ini dengan menjelaskan:
“jika sebelum ini aku boleh melakukan 100000 perkara tapi kini aku masih boleh melakukan 1000 perkara lagi”.
Lihatlah pemuda ini yang sentiasa pro aktif dan berfikiran positif. Dan secara logikalnya, hari ini kita melihat kebanjiran pelbagai jenis buku yang sebenarnya tidak mahu membiarkan manusia dalam keadaan berputus asa. Ada sahaja buku yang ditulis untuk membantu kita memperbaiki keadaan kita. Kalau tidak pandai berbahasa ada sahaja buku yang menjelaskan bagaimana untuk menguasai bahasa tersebut, jika dalam keadaan stress juga ada sahaja buku yang menjelaskan bagaimana menghadapinya pendek kata semuanya Ada jalan dan ianya terletak kepada kita sama ada kita mahu atau tidak atau kesimpulan yang mudah ianya tidak mahu kita berputus asa kerana Sesutu maslah atau cabaran yang timbul pasti ada jalan keluarnya.
Jika kita pernah gagal, ini tidak bermakna kita akan gagal selama-lamanya. Persoalan yang penting bukanlah bagaimana kita akan gagal tetapi persoalannya adalah bagaimana kita akan mengendalikan dan berhadapan dengan kegagalan tersebut.
Allah SWT tidak pernah bersikap zalim terhadap hamba Nya. Bahkan Dia Maha Adil dalam segala sesuatu. Sebaliknya manusialah yang mempunyai sifat gopoh. Mereka selalu menghadapi Qadha’ Allah dengan rasa kesal dan tidak reda, lebih-lebih lagi kalau yang menimpanya itu sesuatu yang pahit. Dia mengira kalau dia mendapat kesenangan itu membuktikan bahawa Allah reda kepadanya. Sebagaimana dia mengira bahawa Allah benci kepadanya jika ia mendapat bencana.Inilah gambaran akal manusia yang sangat terbatas. Sedangkan Allah menafikan sekeras kerasnya anggapan yang salah dan keliru tersebut di dalam firman-Nya: “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberikan-Nya kesenangan, maka dia berkata: Tuhanku telah memuliakanku. Adapun apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: Tuhanku menghinakanku. Sekali-kali tidak (demikian).
Anggapan manusia pada kedua-dua keadaan diatas adalah keliru. Sebenarnya kelapangan atau kesempitan rezeki adalah ujian Allah terhadap hamba-Nya. Apakah mereka akan bersyukur atau kufur nikmat, apakah boleh sabar menghadapi cubaan atau panik. Balasan untuk seseorang yang kelak akan diterimanya adalah sesuai dengan sikapnya menghadapi ujian-ujian diatas. Balasan bukan terletak pada apa yang diperolehi seseorang di dunia ini samada senang atau susah. Kesimpulannya, janganlah kita berputus asa. Jadi bagaimanakah kita menghadapinya?:
• Sentiasa ingat bahawa setiap ujian yang menimpa adalah untuk menuntut kita untuk menjadi yang lebih baik. Rasulullah SAW menjelaskan:
“Sungguh mengkagumkan keadaan seorang mukmin, keadaan mereka sentiasa dalam kebaikan. Tidak terjadi hal yang demikian itu melainkan bagi seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan ia bersyukur dan hal itu merupakan kebaikan. Dan jika ia tertimpa kesusahania bersabar dan itu juga merupakan kebaikan baginya”.
• Sentiasa memohon pertolongan Allah dalam segenap hal dan bertawakal kepada Allah. Dari Abdullah Bin Mas”ud RA, bahawa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yanny selalu ditimpa kesedihan/kegundahan maka hendaklah dia membaca: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-mu, dan anak abdi-Mu, dan anak-anak-Mu, dan (berada) didalam genggaman-mu, ubun-ubunku ditangan-Mu, dan berlaku keatas (diri) ku hukum-Mu, dan adil padaku ketentuan-Mu, aku memohon kepadaMu dengan semua nama milik-Mu, (samada) yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan dia di dalam kitab-Mu, atau yang Engkau simpan tersembunyi di alam ghaib disisi-Mu; kiranya Engkau jadikanlah Al Quran sebagai penghibur hatiku, dan sebagai penawar kesedihanku dan kedukaanku”. Tidak seorang hambapun yang membaca doa tersebut melainkan Allah hilangkan kedukaannya dan diganti-Nya (kesedihan itu) dengan kegembiraan.
Dan dalam firman Allah menjelaskan: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya engkau (Wahai Muhammmad) tentangKu, (maka jawablah) sesungguhnya Aku ini hampir, Aku menjawab seruan sesiapa yang berdo`a kepadaKu apabila dia berdo`a. Maka hendaklah dia menyahut seruan (menunaikan perintahKu) dan beriman kepadaKu mudah-mudah mereka selalu berada di atas petunjuk”.
• Bersabar dan Bersikap pro aktif serta tidak reaktif apabila menghadapi cabaran dan ujian. Sentiasa memikirkan peluang dan apa yang boleh dilakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut dan bukannya dengan bereaksi dengan emosi dan hawa nafsu. Ingatlah setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya.
Akhir kata marilah bersama- sama kita menghayati sebuah Hadith Rasulullah SAW,Sabda Nabi s.a.w kepada Ibnu `Abbas ketika itu dia masih kecil: Maksudnya: Wahai anak kecil! Sesungguhnya aku ingin mengajarmu beberapa kalimat, iaitu, jagalah Allah (jagalah perintahNya) nescaya Allah menjagamu. Jagalah Allah (jaga perintahNya) nescaya engkau dapati Dia berada di hadapanmu (menunaikan keperluanmu). Apabila engkau memohon pohonlah daripada Allah. Apabila engkau meminta pertolongan minta tolonglah daripada Allah.
Dalam Diri Kamu Ada Kebesaran Tuhan!
September 24, 2008 by Zahiruddin
Filed under Bab Rezeki, Hakikat, Hikmah, Maklumat, Rahsia, Tips
Dalam diri-diri kamu ada kebesaran Tuhan Dr Jamnul Azhar memulakan syarahannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak dengan hadith yang maknanya sedikit sebanyak
“Dalamdiri-diri kamu ada kebesaran Tuhan”. Doktor menyuruh kita melihatkeduatapak tangan dan perhatikan garis-garis di tapak tangan kita.Garisan-garisan di tangan kiri menunjukkan angka 8 dan 1 dalam BahasaArabdan tangan kanan 1 dan 8 dan membawa ke jumlah 81 +18 = 99 iaitu bilangan nama Allah. Berikut adalah antara intipati syarahannya secara ringkas:-
1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan?
Mengikut cara Rasulullahs.a.w,beliau akan menggaulkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan
Kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garammenggunakan jari kecilnya (kelingking), lalu Rasullah saw akanmenghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.
Mengapa? Kerana kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macamenzim,tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Iniadalah kerana enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapatmenolongproses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.
Mengapa menghisap garam?
Kerana garam adalah sumber mineral daritanah ygdiperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.
Kenapa garam?
Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam jugaadalahpenawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dr,dihospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah
dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapatmenghalangsihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.
2. Cara Rasulullah mengunyah
Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproseskan makanan itu.
3. Membaca Basmalah (Bismillahirrahma Nirrahim).
Membaca Basmalah sebelummakan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria Dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.
Cara Rasulullah minum.
Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar danjanganbernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari bekas ygbesar,lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu,kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita.
Kerana apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide,yangapabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengancuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.
Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas. Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.
Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina?
Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dan sel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia. Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah kerana sel-sel lain akan hilang kerana perhubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah>disebat 100 kali.
Ini adalah kerana apabila dia disebat di belakangnya, suatu amarantentangkesakitanitu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawanVirus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibody melawanvirus HIV itu. Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin, walau pun disebat100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi sahaja, jadi denganitu hukumannya direjam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virusHIV itu.
Itulah sedikit sebanyak inti syarahan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar.Harap ia akan memberi manfaat pada anda sekalian.
Ini pula sedikit informasi perihal Ka’bah diberikan oleh Mudaris Iskandar:
Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi?
Ia terletak di posisinya sekarang kerana setelah dibuat kajian olehpara cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati,tempat terletaknya Ka’bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama,equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, di mana iadi umpamakan,seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas setelah ia memijak-mijakyang lain.
Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 Imam Besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi’i, melambangkan kebenarankeempat-empat Imam tersebut.
Sekian buat renungan bersama, Fi amanillah Jazakallah







