Rezeki Halal

Rezeki Halal Pada Perspektif Yang Sebenar

Seorang Da’i Dari Kalangan Ahlul Bait – Habib Ali Al Jufri

Written By: Zahiruddin - Jan• 13•10

Salam Semua,

Kali ini saya ingin kongsi mengenai salah seorang Ahlul Bait yang bernama Habib Al Al Jufri. Maklumat ini saya dapatkan dari seorang sahabat rapat yang baru pulang dari umrah.  Ramai antara kita mengaku sebagai Ahlul Bait atau keturunan darah/ keturunan atau salasilah Rasulullah S.A.W tetapi akhlak dan perangai tidak sinonim dengan Rasulullah S.A.W.

Bila melihat video dari youtube mengenai Habib Ali ini, kita boleh nampak akhlak dan keperibadian yang mulia dan berhikmah. Akhlaknya pun sudah cukup menarik. Saksikanlah sendiri.

[youtube:http://www.youtube.com/watch?v=8qlB5nNWjxc]

Semoga kita sama-sama mendapat berkat dan hikmah dari maklumat ini.

Terima Kasih,
Zahiruddin

Sedikit yang maklumat yang ketahui tentang al Habib Ali al Jufri oleh saudara Al Aqol Hany b. Abdurrahman Baagil

Beliau adalah al Habib Ali bin Abdurrahman Al Jufri. Sejak kecil berguru kepada al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf, Jeddah, dan mendapatkan nadhroh khusus dari beliau radiallahu anhu. Murid seorang yang besar dan agung tentu cenderung menjadi orang besar pula.Setelah itu oleh Habib Abdul Qodir diperintahkan untuk mengikuti Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz, yang berarti bahwa dia termasuk generasi awal murid-murid al Habib
Umar bin Hafidz.

Sejak awal keistimewaan al Habib Ali al Jufri sudah nampak, baik keistimewaan bakat suluknya maupun keistimewaan akalnya yang tajam dan cerdas melampaui murid-murid lainnya. Beliau bermujahadah dan bersungguh - sungguh berjalan menuju ridho Allah Ta’ala. Beliau sangat aktif berdakwah menyeru manusia kepada Allah dengan berjalan di atas manhaj Salafuna terlebih khusus manhaj aal Baa Alawi. Karena kadar keikhlasannya yang tinggi maka Allah pun mengangkat namanya.

Kini beliau aktif berdakwah ke segala penjuru dunia, masuk kalangan yang paling bawah seperti suku-suku di Afrika, hingga kalangan paling atas, seperti keluarga keamiran Abu Dhobi, mulai dari kalangan awam, hingga kalangan yang paling alim seperti Syekh Muhammad Said Ramadhan al Buthy -mufti de facto negeri Syiria-, Syekh Ali Jum’ah-Mufti
Mesir, Syekh Bayyah, dan ulama-ulama besar lainnya di zaman ini.

Kepada yang senior beliau berguru dan mengambil faedah, dan kepada yang muda beliau merangkul. Siapa yang duduk dengan beliau sebentar saja akan tertarik  hatinya dan terkesan dengan haalnya. Beliau dicintai para ulama meskipun
beliau masih sangat muda, belum mencapai usia 40 tahun. Beliau berdakwah ke negeri Timur dan Barat seperti Afrika, Asia, Timur Tengah, dan Eropa-Amerika. Di Timur Tengah beliau sudah sangat terkenal, kalau tidak salah beliau mulai
menapaki jejak dakwah internasionalnya mulai dari negeri Mesir, memegang sebuah zawiya di sana.

Banyak sekali bintang film, artis dan aktris, para seniman, yang bertobat ditangannya hingga pemerintah Mesir merasa khawatir bahwa hal ini kalau berlangsung terus akan memberikan dampak buruk bagi industri perfilman Mesir yang merupakan salah satu sumber penghasilan utama negeri Mesir setelah pariwisata. Artis yang sebelumnya terbuka jadi
berhijab. Yang dulunya aktor jadi berdakwah seperti Wajdi Al Arabiy, aktor terkenal negeri Mesir, dan lainnya. Pemerintah Mesir akhirnya melarang beliau untuk berdakwah. Maka beliau pun meluaskan dakwahnya ke berbagai negeri Arab lainnya.

Maka meluaslah pengaruhnya, karena cara dakwahnya yang sejuk dan simpatik, pandangan-pandangannya yang cerdas dan tajam, pembawaannya yang menarik hati dan haalnya yang sangat mempengaruhi orang yang duduk di sekitarnya.
Akhirnya beliau menjadikan Abu Dhobi sebagai tempat tinggal dan markas pusat aktivitas dakwahnya. Kini beliau secara rutin tampil di televisi. Dalam penyampaiannya beliau menyentuh akal dan hati manusia. Beliau pun secara
rutin berdakwah ke negeri Barat, seperti Amerika, Inggris, dan berbagai negara lainnya. Terutama Inggris, mungkin hampir setiap tahun dikunjunginya.

Di Jerman, beliau membuat jamaah masjid sebanyak 3 lantai menangis tersedu-sedu mendengar ceramahnya, padahal orang yang tinggal di Barat cenderung mengeras hatinya, tapi bisa melunak di tangan Habib Ali. Di Amerika ada yang merasa bahwa memandang dan berkumpul bersama Habib Ali al Jufri selama satu malam cukup untuk memberinya tenaga dan semangat untuk beribadah selama tiga bulan. Di Inggris beliau terlibat pelaksanaan Maulid Nabi di stadion
Wembley. Di Denmark beliau mengadakan jumpa pers dengan kalangan media massa. Di Darul Mustofa, Tarim, Hadramaut setiap tahun pada bulan Rajab-Sya’ban beliau menjadi pembicara rutin Dauroh Internasional .

Dan berbagai aktifitas lainnya bisa diikuti di website beliau www.alhabibali.com. web site ini memberitakan sebagian dari aktivitas beliau yang sangat padat. Para da’i muda di Timur Tengah beliau rangkul, para pemuda berbakat beliau bimbing dan beri petunjuk. Beliau suka untuk duduk bersama para pemuda dan mengadakan dialog terbuka secara bebas.

Kemunculan Al Habib Ali di dunia dakwah membawa angin sejuk bagi kaum muslimin, terutama kalangan Sunni, atau istilah orang Barat: Islam Tradisional, sebagai alternatif dari dakwah kalangan ortodoks yang cenderung keras, kasar, dan kering dari nilai-nilai ruhani, serta cenderung menyerang orang lain, seperti dakwah model orang-orang Najd dan yang memiliki manhaj mirip dengannya, seperti berbagai kelompok pergerakan Islam yang cenderung terpengaruh sedikit banyak dengan model Najd tersebut dan banyak menekankan pada model konflik ketimbang harmoni dengan kalangan non-muslim. Bahkan mereka memandang masyarakat Muslim sekarang sebagai reinkarnasi dari masyarakat jahiliyah.

Model dakwah Habib Ali merupakan salah satu bentuk representasi manhaj dakwah kalangan Sunni atau Islam Tradisional. Dengan berkaca kepada model dakwah Habib Ali, tiba-tiba menjadi jelas kepada kita makna dari dakwah bil hikmah, dan makna dari dakwah ‘ala bashiroh, atau dakwah dengan menggunakan pandangan mata hati yang jernih.

Wallahu a’lam,
Al Aqol Hany b. Abdurrahman Baagil

(Dihimpun dari berbagai sumber. Sebagian di antaranya adalah dari menghadiri berbagai majelis al Habib Ali, interaksi dengan para murid dan pendamping beliau. Juga dari media massa dan lain-lainnya. Website beliau juga cukup banyak memberitakan aktivitas beliau, bahkan berbagai materi ceramah, dan rekaman acara televisi, serta wawancara dengan berbagai media lokal dan internasional tersedia. www.alhabibali.com. meskipun website utamanya berbahasa Arab tapi ada pula bagian yang berbahasa Inggris, meskipun tentu saja lebih sederhana dan nampaknya lebih difokuskan untuk para pembaca dari kalangan negara-negara Barat. Di bagian tersebut tersedia pula rantai duruus (pelajaran) beliau tentang manhaj dakwah di negeri Barat, akan sangat membuka hati dan akal bila seseorang mengikutinya.)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Comments

  1. elfan says:

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.

    Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH SAW. Berarti, anak Nabi SAW terakhir yang berkedudukan sebagai halulbait ya Bunda Fatimah.

    Lalu apakah bunda Fatimah ini mempunyai hak bernasab sebagaimana dimaksud dlm QS. 33:4-5 dengan tegas dimana nasab keturunan itu diambul dari nasab bapaknya?

    Dengan demikian, anak-anak dari Bunda Fatimah dengan Saidina Ali bin Abi Thalib tetap saja bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib bukan bernasab pada Nabi Muhammad SAW melalui Bunda Fatimah.

    Dengan demikian, maka pewarisan keluarga ‘ahlul bait’ setelah Bunda Fatimah itu, pada hakekatnya tidak ada lagi. Kalau ada fihak yang mengklaim bahwa golongan mereka adalah golongan ‘ahlul bait’, saya kira kuranglah tepat.

  2. erwin syahbudin says:

    semua keturunan adalah dari ayahnya, kecuali anak anak Fathimah, ia bernasab padaku, diantaranya teriwayatkan pada Sunan Imam baihaqi Al Kubra Juz 10 hal.114 dan Sunan Addaruqutniy sanadnya shahih.

    dalil terkuatnya adalah ketika diantara orang kuffar Quraisy mencela Nabi saw bahwa beliau saw itu putus keturunan (abtar), karena tidak punya anak lelaki, maka Allah swt menjawab celaan mereka dan membantahnya, : firman Allah swt : “Dan sungguh yg memusuhimu itulah yg terputus keturunannya (QS Alkautsar 3)

    jelas sudah bahwa Allah swt membantah bahwa keturunan Nabi saw terputus

  3. rarme says:

    mohon saudara membuat kajian tentang makna ‘alul bait’ dengan merujuk kpd ulamak2 yg ahli.jgnlah mengambil faham dr Al-Quran tanpa mengikut kaedah dlm pemahaman al-Quran spt yg saudara utarakan di atas saudara menafikan kewujudan ‘ahlul bait’. Saudara perlu membuat kajian lagi.Rujuklah hadis2 nabi. Jgn bermudah2 membuat kesimpulan.

  4. zein says:

    saya tidak melihat orang yang paling benci kepada ahli bait melainkan wahaby/salafy ….
    kenapa….
    apakah kalian telah di cabut hati kalian untuk mencintai beliau… apakah kalian tidak tahu bahwa hasan husin adalah cucu nabi yang mulia ..
    apakah dari keturunan beliau bukan disebut ahli bait….dimana akal cara berpikir kalian…
    ya pantas kalian mengikuti bapak kalian alwahhab yang telah mengusir/menghancurkan smua yang berkaitan pada nabi dari keturunan beliau sampai peninggalan dan kuburan keluarga nabi…
    ya Alloh apakah pengikut ini yang bisa menyelamatkan ummat atau membawa ummat kejalan yang lebih sesat lagi.
    berfikirlah wahai salafiyyin siapa yang kalian ikut ….

  5. dono says:

    Mr zein saya hanya mengatikan bahwa kamu perlu dikasihani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>